SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengingatkan seluruh petugas di lapangan agar tidak mengabaikan keselamatan saat melakukan pemadaman.

Peringatan ini disampaikan menyusul setidaknya lima orang yang bertugas dalam penanganan karhutla di Kotim harus mendapat pertolongan medis akibat kelelahan. Salah satunya Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam yang sempat dilarikan ke rumah sakit.

Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, meminta petugas dari unsur pemerintah, perusahaan maupun relawan tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik sudah menurun.

"Jangan sembarangan menyerang api. Jangan sampai malah terkepung. Jangan sampai karena modal nekat dan terlalu bersemangat sampai lupa keselamatan sendiri," kata Rihel di Sampit, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Rihel, upaya pemadaman harus dilakukan dengan perhitungan matang. Petugas tidak boleh hanya mengandalkan keberanian tanpa memperhatikan kondisi api, arah angin, medan serta kemampuan fisik masing-masing.

Ia menyebut kejadian petugas mengalami kelelahan hingga kecelakaan saat menangani kebakaran di sejumlah daerah menjadi pengingat penting bahwa keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas.

Di Kotim sendiri, sedikitnya lima orang telah mendapat penanganan medis akibat kelelahan selama terlibat dalam penanganan karhutla. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tugas pemadaman yang berlangsung dalam waktu panjang membutuhkan kesiapan fisik dan pengaturan waktu istirahat.

Rihel meminta petugas segera beristirahat apabila mulai merasa lelah. Kondisi kesehatan juga harus menjadi pertimbangan sebelum seseorang turun kembali ke lokasi kebakaran.

Petugas yang sedang tidak sehat atau kelelahan tidak disarankan memaksakan diri karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berada di lapangan.

Petugas Diminta Tidak Masuk Lokasi Sendirian

Selain kondisi fisik, Rihel mengingatkan petugas agar tidak memasuki area kebakaran seorang diri. Setiap personel harus bekerja bersama rekan sehingga posisi masing-masing tetap dapat dipantau.

"Saat masuk ke lokasi kebakaran juga jangan sendirian. Harus ada teman. Jangan sampai tidak sadar posisi sehingga malah tergabung kebakaran dan tidak bisa keluar. Hal seperti ini penting untuk dipahami," tegas Rihel.

Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla di Kotim. Pemerintah, perusahaan dan relawan dinilai telah menunjukkan sinergi dalam membantu pemadaman kebakaran.

Rihel berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan sehingga penanganan karhutla dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan.