BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Sebanyak 10.700 personel gabungan disiagakan untuk mempercepat penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalteng. Selain pemadaman, pemerintah juga bergerak menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan kesiapsiagaan seluruh pihak harus terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat bisa ditekan.
"Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat segera dikendalikan serta dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan," kata Agustiar di Palangka Raya, Selasa, 8 September 2026.
Personel gabungan yang disiagakan berasal dari berbagai unsur, mulai pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran hingga masyarakat peduli api.
Penanganan di darat juga mendapat dukungan operasi udara. Pemerintah menyiapkan enam unit helikopter serta satu pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) atau patroli dalam menghadapi peningkatan aktivitas karhutla.
"Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap," tegas gubernur.
Berdasarkan laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng hingga 7 September 2026, tercatat 2.698 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 8.139,12 hektare.
Data tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan dan respons terhadap kebakaran di berbagai wilayah.
Di tengah penanganan karhutla, Pemprov Kalteng juga memberikan perhatian terhadap dampak lain yang muncul selama musim kemarau, yakni keterbatasan akses air bersih.
Hingga 5 September 2026, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 635.850 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Bantuan tersebut antara lain disalurkan ke wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Murung Raya dan daerah lainnya.
Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merespons kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
Pemprov Kalteng memastikan penanganan dampak kemarau akan terus diperkuat, baik melalui pengendalian karhutla maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.









