BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla.
Bupati Kobar Nurhidayah yang juga Komandan Satgas Penanganan Karhutla Kobar mengatakan, kondisi kebakaran di kawasan tersebut semakin mengkhawatirkan setelah api berlangsung selama sekitar satu hingga dua hari.
"Dalam rangka mengkondisikan area terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di spot Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin, ini sudah urgensi sekali," jelas Bupati.
Menurut Bupati, api yang berada di kawasan hutan tersebut membutuhkan penanganan serius karena lokasinya cukup sulit dijangkau dan kondisi di lapangan menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman.
"Posisi api ini sudah mengkhawatirkan. Dalam satu sampai dua hari ini kondisinya cukup mengkhawatirkan," jelas Bupati.
Bupati mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres, Kodim, BPBD, Damkar, Manggala Agni, tim kesehatan, relawan, camat hingga masyarakat peduli api (MPA).
Ia mengajak seluruh masyarakat Kobar ikut berperan dalam penanganan karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kita tidak perlu lagi dalam konteksnya untuk saling menyalahkan satu dengan yang lain. Ini tidak ada waktu lagi kita untuk itu," jelas Bupati.
Bupati juga meminta masyarakat yang peduli terhadap kondisi karhutla di Kobar untuk memberikan dukungan kepada personel yang saat ini berjibaku melakukan pemadaman.
"Masyarakat yang peduli dengan kondisi ini ayo bantu kita, bantu kita," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/H)









