BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamandau menegaskan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2016, berjumlah 9 kasus. Penegasan tersebut sekaligus meralat pernyataan Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Lamandau sebelumnya, Kamis (12/1/2017), yang menyebutkan data kasus DBD 2016 nihil.
"Mohon maaf, data yang benar (kasus DBD sepanjang 2016) bukan nihil, tapi jumlahnya sebanyak sembilan kasus," ungkap Alfian, Kepala Seksie (Kasie) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Lamandau, Sabtu (14/1/2017).
Sambil menujukkan data dari hasil rekapitulasi 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah daerah di Lamandau, Alfian, merinci bahwa sembilan kasus DBD tersebut merupakan data kasus yang terjadi sepanjang tahun 2016, mulai dari bulan Januari hingga Desember 2016.
Dirinya juga menyebut, berdasarkan data sebarannya, kasus DBD 2016 terjadi di dua kecamatan, yakni Bulik dan Sematu Jaya.
"Untuk kecamatan Bulik ada empat kasus yakni di Nanga Bulik dan di desa Arga Mulya. Sedangkan yang di kecamatan Sematu Jaya, terdapat lima kasus, yakni di SP 5 (Desa Wonorejo) dan SP 6 (Mekar Mulaya)," katanya.
Alfian juga menjelaskan, berdasarkan korbannya, data kasus DBD di tahun 2016 cenderung merata, yakni mulai dari yang tergolong warga/korban yang masih balita, remaja, hingga orang tua, semuanya ada.
"Untuk korban yang terjangkit DBD yang berusia antara 1-4 tahun berjumlah satu orang, 5-14 tahun sebanyak tiga orang, sedangkan untuk korban yang berusia antara 15-44 tahun jumlah sebanyak 5 orang," tukasnya. (HENDI NURFALAH/N).
"Mohon maaf, data yang benar (kasus DBD sepanjang 2016) bukan nihil, tapi jumlahnya sebanyak sembilan kasus," ungkap Alfian, Kepala Seksie (Kasie) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Lamandau, Sabtu (14/1/2017).
Sambil menujukkan data dari hasil rekapitulasi 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah daerah di Lamandau, Alfian, merinci bahwa sembilan kasus DBD tersebut merupakan data kasus yang terjadi sepanjang tahun 2016, mulai dari bulan Januari hingga Desember 2016.
Dirinya juga menyebut, berdasarkan data sebarannya, kasus DBD 2016 terjadi di dua kecamatan, yakni Bulik dan Sematu Jaya.
"Untuk kecamatan Bulik ada empat kasus yakni di Nanga Bulik dan di desa Arga Mulya. Sedangkan yang di kecamatan Sematu Jaya, terdapat lima kasus, yakni di SP 5 (Desa Wonorejo) dan SP 6 (Mekar Mulaya)," katanya.
Alfian juga menjelaskan, berdasarkan korbannya, data kasus DBD di tahun 2016 cenderung merata, yakni mulai dari yang tergolong warga/korban yang masih balita, remaja, hingga orang tua, semuanya ada.
"Untuk korban yang terjangkit DBD yang berusia antara 1-4 tahun berjumlah satu orang, 5-14 tahun sebanyak tiga orang, sedangkan untuk korban yang berusia antara 15-44 tahun jumlah sebanyak 5 orang," tukasnya. (HENDI NURFALAH/N).








