BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Kapuas memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Posko lapangan disiagakan di empat kecamatan yang dinilai membutuhkan pemantauan dan respons cepat.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan posko lapangan saat ini telah tersedia di Kecamatan Mantangai, Dadahup, Kapuas Murung, dan Kapuas Barat.
Keberadaan posko tersebut diharapkan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di lapangan.
Khusus di Kecamatan Mantangai, terdapat dua posko lapangan yang ditempatkan di Desa Katunjung dan Desa Tabore.
Sementara tiga kecamatan lainnya, yakni Dadahup, Kapuas Murung, dan Kapuas Barat, masing-masing memiliki satu posko lapangan.
“Ada Posko Lapangan (Poslap) di empat kecamatan. Kecamatan Mantangai ada dua Poslap, yaitu Desa Katunjung dan Desa Tabore, kemudian Kecamatan Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Kapuas Barat,” ujar Pangeran.
Selain posko lapangan, BPBD juga mengoperasikan posko induk di Kantor BPBD Kapuas. Posko tersebut sekaligus melakukan pemantauan terhadap wilayah Kecamatan Selat, Basarang, Kapuas Hilir, dan Kapuas Timur sehingga koordinasi penanganan dapat dilakukan secara terpusat.
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, setiap posko lapangan diperkuat sekitar 25 personel yang bersiaga menghadapi potensi kejadian di wilayah masing-masing.
Pangeran menegaskan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi karhutla, terutama ketika cuaca masih kering dan sumber air di sejumlah daerah mulai terbatas. (SABRIANOOR/R)









