PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro mengingatkan PT PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik, khususnya pada jam berlangsungnya kegiatan belajar anak.

Menurut Jati, keberlangsungan PJJ sangat bergantung pada ketersediaan listrik dan jaringan internet. Pemadaman listrik dapat mengganggu koneksi WiFi maupun perangkat yang digunakan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

“Selama PJJ ini kami mengingatkan pihak PLN agar jangan melakukan pemadaman, terutama pada waktu anak-anak mengikuti pembelajaran. Mereka membutuhkan listrik dan internet yang stabil, baik menggunakan WiFi maupun jaringan lainnya,” ujarnya, Rabu, 9 September 2026.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena PJJ diberlakukan sebagai salah satu upaya melindungi peserta didik dari paparan kabut asap akibat karhutla. Jangan sampai kebijakan untuk menjaga kesehatan anak justru terkendala karena gangguan listrik dan internet.

Jati juga menegaskan bahwa perhatian selama PJJ tidak hanya diberikan kepada peserta didik, tetapi juga tenaga pendidik.

Guru membutuhkan dukungan listrik dan konektivitas yang memadai untuk menyampaikan materi, berkomunikasi dengan siswa, serta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.

“Jangan sampai anak-anak sudah belajar dari rumah karena kondisi udara, tetapi kemudian listrik padam sehingga mereka tidak bisa mengikuti pembelajaran. Tenaga pendidik juga harus kita perhatikan karena mereka tetap menjalankan proses belajar mengajar,” katanya.

Ia berharap PLN dapat melakukan koordinasi dan pengaturan pemeliharaan jaringan selama masa PJJ, sehingga pelayanan kelistrikan tetap stabil.

Dengan demikian, proses pendidikan tetap berjalan dan kebijakan PJJ benar-benar memberikan perlindungan bagi kesehatan sekaligus menjamin hak belajar anak. (MARINI/R)