PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Salah satunya dengan mendorong operasional SPBU selama 24 jam serta menyiapkan jalur prioritas bagi warga lanjut usia (lansia).

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan terdapat empat SPBU yang disepakati untuk beroperasi selama 24 jam. Keempatnya yakni SPBU di Kilometer 12, Pahandut Seberang, Jalan Diponegoro, dan Jalan Seth Adjie.

Namun operasional selama 24 jam tersebut tidak berarti seluruh SPBU menyediakan Pertalite sepanjang waktu. Ketersediaan Pertalite menyesuaikan dengan jumlah muatan BBM yang diterima masing-masing SPBU.

“Hanya di Kilometer 12 itu 24 jam Pertalite. Khusus di Seth Adjie dan di Diponegoro itu sampai jam 1 menyediakan Pertalite,” kata Achmad Zaini, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, pengaturan jam operasional tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU, terutama pada jam-jam tertentu.

Pemko juga menyiapkan jalur prioritas bagi masyarakat lanjut usia agar tidak harus terlalu lama berada dalam antrean.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan pelayanan lebih cepat.

Zaini berharap langkah tersebut dapat membantu mengurai antrean BBM secara bertahap. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM di Palangka Raya berjalan lebih lancar.

"Dengan adanya pengaturan operasional dan jalur prioritas tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengikuti ketentuan yang diterapkan di SPBU sehingga proses pengisian BBM berlangsung lebih tertib dan antrean dapat dikendalikan," pungkasnya. (MARINI/R)