PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya memusatkan perhatian pada penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, tetapi juga berupaya mengatasi dampak lain yang dirasakan masyarakat, termasuk kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami juga menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak,” kata Agustiar di Palangka Raya, Rabu, 9 September 2026.

Pemprov Kalteng terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air akibat kondisi kemarau.

Agustiar bahkan turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Sei Gohong, Kota Palangka Raya, Selasa, 8 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, gubernur turut membantu pengisian air ke tempat penampungan milik warga. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mereka selama musim kemarau.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Hingga kini, Pemprov Kalteng telah mendistribusikan ratusan ribu liter air bersih ke berbagai desa dan kelurahan yang tersebar di kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah daerah juga terus memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla.

Dukungan dari pemerintah pusat turut diperkuat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Tengah pada 22 Agustus 2026.

Sejumlah bantuan dikirim untuk mendukung penanganan kondisi di lapangan, di antaranya 500 unit pompa air, berbagai peralatan pendukung serta 1.000 unit flexible water tank yang diangkut menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.

Sebanyak 1.000 tangki fleksibel tersebut terdiri atas 500 unit berkapasitas 1.000 liter dan 500 unit lainnya berkapasitas 2.000 liter.

Sebelumnya, sejak awal Juli 2026, sebanyak 149 kendaraan pemadam dan 100 truk tangki air juga telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang memiliki kerawanan karhutla.

Peralatan dan tangki air tersebut ditempatkan di titik-titik strategis untuk mendekatkan sumber air dengan lokasi rawan kebakaran.

Dengan demikian, tim Satuan Tugas Karhutla diharapkan dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Agustiar menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan dengan pemadaman. Langkah pencegahan, kesiapsiagaan serta perlindungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga harus berjalan bersamaan.

Pemprov Kalteng pun memastikan penanganan dampak musim kemarau terus dilakukan secara terpadu, baik dalam menjaga ketersediaan air bersih maupun meningkatkan kesiapan menghadapi potensi karhutla.