BORNEONEWS, Jakarta – Kalimantan Tengah menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk mempercepat penanganan karhutla di enam provinsi tersebut, BNPB mengerahkan sebanyak 43.481 personel satuan tugas darat gabungan serta 55 armada udara.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, hingga 6 September 2026, total luas lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 72.009,10 hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 939,45 hektare masih dalam proses pemadaman secara intensif oleh petugas gabungan.
“Penanganan di enam provinsi prioritas mendapat porsi sumber daya terbesar mengingat luasnya area kebakaran dan dampaknya yang masif terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat,” kata Suharyanto di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Ia menjelaskan, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan luas area kebakaran yang belum padam paling besar, yakni mencapai 341,7 hektare.
Selanjutnya Riau masih memiliki sekitar 283,35 hektare area terbakar yang dalam penanganan, Kalimantan Selatan 116,3 hektare, Kalimantan Barat 97,8 hektare dan Kalimantan Tengah 91,3 hektare.
Sementara itu, Jambi tercatat memiliki sekitar 9 hektare lahan yang masih dalam proses pemadaman.
Untuk memperkuat operasi di lapangan, puluhan ribu personel gabungan berasal dari berbagai unsur, mulai BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni hingga relawan.
Operasi darat tersebut juga didukung puluhan armada udara.
BNPB mengoperasikan 19 unit helikopter patroli dan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta 36 helikopter water bombing yang digunakan membantu pemadaman dari udara.
Dukungan armada udara juga akan kembali diperkuat.
Direktorat Operasi BNPB menyebut Kementerian Pertahanan menyiapkan tiga helikopter Chinook yang dijadwalkan tiba pada Kamis, 10 September 2026.
Tambahan armada tersebut diharapkan memperkuat operasi pemadaman karhutla, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Suharyanto mengakui penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi lahan gambut, keterbatasan sumber air hingga tiupan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
Meski demikian, BNPB mengapresiasi kerja keras seluruh personel satgas darat yang tetap menjadi kekuatan utama dalam mengendalikan dan memadamkan titik-titik kebakaran.
Kalimantan Tengah sendiri masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam operasi penanganan karhutla nasional dengan luas area terbakar yang belum padam tercatat sekitar 91,3 hektare hingga 6 September 2026.
ANTARA









