BORNEONEWS, Jakarta – Lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah, bersiap menjalani debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan tantangan baru. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu dijadwalkan turun pada kelas 85 kilogram putra.
Rizki mengatakan target tinggi yang menyertainya menuju Jepang tidak dianggap sebagai beban. Sebaliknya, ekspektasi tersebut menjadi tambahan motivasi untuk tampil maksimal.
“Sebenarnya bukan beban ya bagi saya. Itu sebagai motivasi bagi saya untuk semangat lagi buat bertanding,” kata Rizki seusai pengukuhan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, terlalu memikirkan tuntutan medali justru berpotensi mengganggu fokus saat bertanding.
Karena itu, Rizki memilih menjalani persiapan dengan lebih tenang dan berusaha menikmati setiap proses menuju pertandingan.
“Karena buat apa dijadikan beban? Kalau misalkan dijadikan beban buat saya, pribadi saya, kita akan jelek di pertandingan. Jadi saya bakal tetap bawa enjoy,” ujarnya.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan menjadi pengalaman pertama Rizki tampil di pesta olahraga terbesar Asia tersebut.
Debut itu sekaligus menghadirkan tantangan baru karena Rizki harus beradaptasi dengan kelas 85 kg. Sebelumnya, ia meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 pada kelas 73 kg.
Berdasarkan daftar atlet Indonesia, Rizki akan tampil di kelas 85 kg, sedangkan Rahmat Erwin Abdullah dipersiapkan turun di kelas 75 kg.
Pembagian tersebut membuat keduanya tampil pada kelas berbeda setelah sebelumnya sempat sama-sama diproyeksikan menuju kelas 75 kg.
Rizki mengungkapkan berat badannya saat ini berada di kisaran 78 kg. Karena itu, peningkatan berat badan menjadi salah satu fokus utama dalam program persiapannya menuju Asian Games.
Namun, ia menegaskan penambahan berat badan tidak dilakukan secara sembarangan.
“Karena memang saya naik berat badan bukan asal naik-naik aja, tapi harus mempunyai power yang bermanfaat buat bertanding,” kata lifter berusia 23 tahun tersebut.
Proses adaptasi dilakukan melalui pengaturan nutrisi, program latihan serta pemantauan kondisi fisik agar tambahan berat badan tetap menghasilkan kekuatan yang optimal.
Meski menghadapi tantangan kelas baru, Rizki datang ke Asian Games dengan modal prestasi besar setelah menjadi juara Olimpiade Paris 2024.
Status tersebut turut menempatkan cabang olahraga angkat besi sebagai salah satu sektor yang diharapkan mampu menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya.
PB PABSI menargetkan empat medali dari delapan lifter yang dikirim ke Jepang, meski tidak menetapkan secara khusus warna medali maupun atlet yang dibebani target.
Rizki sendiri memilih fokus pada persiapan dan performanya.
“Yang penting saya jalan sendiri, saya yang penting sudah bisa berusaha yang terbaik buat Indonesia,” ujarnya.
Selain Rizki dan Rahmat Erwin Abdullah, Indonesia juga menyiapkan Ricko Saputra di kelas 60 kg dan Eko Yuli Irawan pada kelas 65 kg untuk sektor putra.
Sementara sektor putri diperkuat Luluk Diana Tri Wijayana di kelas 49 kg, Juliana Klarisa pada kelas 53 kg, Natasya Beteyob di kelas 61 kg serta Indah Afriza pada kelas 69 kg.
Rahmat Erwin Abdullah datang ke Aichi-Nagoya dengan status juara bertahan setelah merebut emas kelas 73 kg pada Asian Games Hangzhou 2022.
Sementara bagi Rizki, Asian Games 2026 akan menjadi panggung baru untuk membuktikan kemampuannya sekaligus menghadapi tantangan bersaing di kelas yang lebih berat.
ANTARA









