BORNEONEWS, Jakarta – PT Medela Potentia Tbk atau MDLA mencatatkan penjualan sebesar Rp8,2 triliun sepanjang semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan juga diikuti peningkatan laba bersih perseroan sebesar 12,6 persen menjadi Rp226 miliar.
Sementara itu, laba kotor atau gross profit tercatat mencapai Rp762 miliar, meningkat 6,8 persen. EBITDA perseroan juga tumbuh 11,2 persen menjadi Rp325 miliar.
Investor Relations PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana mengatakan pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026 ditopang sejumlah faktor yang saling melengkapi.
Faktor tersebut meliputi peningkatan volume distribusi, penambahan prinsipal baru, penguatan produk milik sendiri atau own product, hingga optimalisasi kanal digital.
“Dari sisi operasional, kami juga terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja. Kami melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan efisiensi seiring dengan pertumbuhan bisnis,” kata Harris dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Pada lini distribusi, anak usaha PT Anugrah Argon Medica atau AAM memperluas portofolio dengan menambah lima prinsipal baru.
Tambahan tersebut terdiri atas satu prinsipal produk ethical, tiga prinsipal consumer health, dan satu prinsipal alat kesehatan.
Sementara pada lini alat kesehatan milik sendiri, produk Stardec yang dipasarkan melalui PT Djembatan Dua mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 34 persen.
Stardec sebelumnya telah diekspor ke Kamboja dan Timor-Leste pada 2025 dan direncanakan kembali dipasarkan ke luar negeri pada 2026.
Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk, Juliwaty mengatakan capaian semester I 2026 menunjukkan semakin kuatnya posisi perseroan dalam ekosistem kesehatan nasional.
Perseroan juga terus memperkuat kapasitas infrastruktur untuk menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan distribusi produk kesehatan.
Pembangunan gudang AAM Medan telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
Gudang tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan distribusi Medela Potentia di wilayah Sumatera.
Selain itu, perseroan merencanakan pembangunan National Distribution Center atau NDC 2 di atas lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka 2 pada 2027.
Fasilitas tersebut nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan cold storage atau penyimpanan produk dengan pengaturan suhu tertentu.
Di lini digital, GPOS B2B juga mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen dengan peningkatan jangkauan atau coverage sebesar 15 persen.
GPOS B2B saat ini bekerja sama dengan 18 prinsipal dan mencakup sekitar 40 merek produk.
Pemanfaatan teknologi AI Forecast turut membantu perseroan menekan tingkat out-of-stock hingga berada di bawah 2 persen.
Dengan penguatan distribusi, infrastruktur, produk sendiri dan kanal digital, Medela Potentia menilai masih terdapat ruang pertumbuhan untuk memperluas bisnis di sektor kesehatan.
ANTARA









