BORNEONEWS, Doha – Otoritas Arab Saudi mengaktifkan sistem peringatan ancaman udara di sejumlah wilayah bagian selatan negara itu menyusul meningkatnya risiko keamanan di kawasan perbatasan dengan Yaman.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebut peringatan dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional di Provinsi Jazan.
“Peringatan telah dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional di Provinsi Jazan untuk mengantisipasi potensi bahaya,” demikian keterangan otoritas melalui media sosial X.
Selain Jazan, sirene peringatan serangan udara turut diaktifkan di Provinsi Najran dan Kota Abha.
Masyarakat di wilayah tersebut diminta tetap tenang serta segera mencari perlindungan di lokasi yang dinilai aman.
Otoritas Arab Saudi kemudian mengumumkan bahwa peringatan tersebut telah dicabut pada hari yang sama.
Meski demikian, warga tetap diimbau mengikuti seluruh petunjuk keselamatan yang dikeluarkan layanan pertahanan sipil.
Masyarakat juga diminta menghindari kerumunan serta tidak mengambil foto maupun video selama situasi darurat berlangsung.
Peningkatan kewaspadaan tersebut terjadi setelah serangan roket dan drone dilaporkan menghantam kawasan selatan Arab Saudi.
Serangan yang disebut berasal dari kelompok Houthi di Yaman itu dilaporkan menyebabkan lebih dari 70 orang mengalami luka-luka.
Situasi tersebut membuat sejumlah wilayah selatan Arab Saudi meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA









