JEPARA –

BORNEONEWS, Islamabad – Korea Selatan masih melakukan konsultasi dengan sejumlah negara terkait bentuk kontribusi yang dapat diberikan untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

Pembahasan dilakukan di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak terhadap situasi keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Seorang pejabat Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengatakan Seoul masih berkomunikasi dengan sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat, mengenai langkah yang memungkinkan untuk dilakukan.

“Korea masih berkonsultasi dengan sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat, mengenai kontribusi praktisnya di Selat Hormuz,” demikian pernyataan pejabat tersebut seperti dikutip Korea JoongAng Daily.

Menurutnya, Korea Selatan memiliki kepentingan untuk ikut mendukung upaya internasional agar Selat Hormuz tetap terbuka dan aman bagi aktivitas pelayaran.

Selain Amerika Serikat, konsultasi juga dilakukan dengan Prancis dan Inggris.

Meski demikian, Pemerintah Korea Selatan belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan pengerahan pasukan ke kawasan tersebut.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung menegaskan setiap keputusan terkait Selat Hormuz akan mempertimbangkan kepentingan nasional serta pandangan publik di dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Lee saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.

“Menyadari pentingnya stabilitas di selat tersebut, kami akan menentukan bentuk kontribusi berdasarkan kepentingan nasional dan konsensus publik,” kata Lee.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut turut membahas kemungkinan keterlibatan Korea Selatan dalam menjaga keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Namun, pembicaraan belum secara khusus mengarah pada keputusan mengenai kontribusi militer.

Pemerintah Korea Selatan juga menegaskan belum menentukan apakah bentuk keterlibatan nantinya berupa operasi tempur atau non-tempur.

“Masih terlalu dini untuk menyebut pembicaraan hari ini sebagai pembahasan mengenai pengerahan pasukan,” kata pejabat Kantor Kepresidenan Korea Selatan.

Ia menambahkan, pemerintah masih meninjau berbagai opsi yang tersedia sebelum menentukan sikap akhir.

“Kami belum mengerucutkan bentuk kontribusi yang mungkin kami berikan. Itu berarti kami belum membahas pilihan antara peran tempur dan non-tempur,” ujarnya.

Korea Selatan menilai stabilitas Selat Hormuz penting bagi kepentingan internasional karena kawasan tersebut menjadi salah satu jalur utama pelayaran dan distribusi energi dunia.

Namun, Seoul menegaskan tidak akan mengambil keputusan hanya berdasarkan tekanan dari pihak luar.

Sumber: Anadolu/ANTARA