JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Akuatik Indonesia mengusung misi regenerasi atlet-atlet Tanah Air dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengirimkan 10 atlet muda dari total 14 atlet yang akan berkompetisi.

"Tadi, saya lapor ke Pak Mensesneg. Kami ada 14 atlet, degan 10 atlet muda. Itu regenerasi, mudah-mudahan bisa mengakhiri paceklik sejak tahun 90-an dalam Asian Games," kata Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Anindya mengatakan tantangan cabang akuatik dalam Asian Games besar karena persaingan sangat ketat menyerupai Olimpiade, terutama dari tim negara-negara unggul.

Dia mengatakan pembinaan atlet-atlet muda menjadi upaya Akuatik Indonesia membangun regenerasi sekaligus memperkuat peluang Indonesia meraih prestasi pada ajang olahraga multicabang Asia tersebut.

Anindya berharap regenerasi yang sedang dilakukan dapat membantu Tim Merah Putih mengakhiri penantian panjang meraih prestasi cabang olahraga air itu pada Asian Games.

Dia mengakui target prestasi tingkat Asia tidak mudah karena sejumlah negara memiliki kekuatan besar pada cabang olahraga akuatik.

"China, Jepang, mereka kuat sekali," ujar Anindya ketika ditanya mengenai pesaing terberat Indonesia.

Menurut Anindya, para atlet tetap menunjukkan semangat menghadapi persaingan tersebut dan menjalani persiapan menuju Asian Games.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan perjuangan atlet Indonesia dalam ajang internasional tidak semata-mata mengejar bonus, tetapi membawa nama Indonesia melalui prestasi.

"Merah Putih berkibar itu yang lebih penting," kata Prasetyo.

Pemerintah, lanjutnya, menyatakan bonus menjadi salah satu bentuk perhatian kepada atlet setelah mereka berhasil mempersembahkan prestasi bagi Indonesia di ajang internasional.

ANTARA