SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tim Gala Siswa Indonesia (GSI) putri Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan tiket ke tingkat nasional setelah menjadi juara GSI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026.

Tim GSI putri Kotim meraih gelar juara setelah menundukkan tim Kabupaten Seruyan dengan skor 2-0 pada pertandingan sepak bola yang berlangsung di Stadion 29 Nopember Sampit.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan tim GSI putri Kotim menjadi wakil Kalteng pada ajang GSI tingkat nasional. Para pemain akan membawa nama daerah dan provinsi dalam kompetisi sepak bola pelajar di tingkat yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Yolanda Lonita Fenisia mengapresiasi perjuangan para pemain, pelatih, sekolah, serta orang tua yang memberikan dukungan selama mengikuti kompetisi.

"Kami dari Dinas Pendidikan Kotim mengapresiasi pencapaian kontingen GSI putri Kotim," kata Yolanda, Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Perjuangan pemain di lapangan menjadi bagian penting yang didukung persiapan pelatih, pihak sekolah dan dukungan penuh orang tua.

Kemenangan atas Seruyan juga menjadi pencapaian tersendiri bagi para pelajar SMP yang tergabung dalam tim GSI putri Kotim. Mereka mampu memanfaatkan kesempatan bertanding di daerah sendiri untuk merebut gelar juara tingkat provinsi.

Setelah mengamankan tiket ke tingkat nasional, tim kini menghadapi tantangan yang lebih besar. Persaingan akan semakin ketat karena mereka akan berhadapan dengan tim-tim terbaik dari provinsi lain.

Yolanda meminta para pemain memanfaatkan waktu persiapan untuk meningkatkan kemampuan. Selain aspek teknis, mental, kedisiplinan dan sportivitas juga perlu diperkuat sebelum tampil di tingkat nasional.

"Harapan kami di tingkat nasional anak-anak kami tampil dengan rasa percaya diri, disiplin, menjunjung tinggi sportivitas dan mampu menunjukkan penampilan yang terbaik," ujarnya.

Ia menilai keberangkatan ke tingkat nasional bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Para pemain juga memiliki tanggung jawab untuk membawa nama baik Kotim dan Kalteng.

"Bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi membawa nama baik Kotim dan Kalteng di tingkat nasional dengan penuh kebanggaan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)