BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Barito Timur. Kebakaran yang dilaporkan warga terjadi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Rabu, 9 September 2026, diperkirakan telah melahap lahan seluas sekitar 3 hektare.
Tim Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir Unit VII dan Unit XIV bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Pengembara Posko 1 dan 2 langsung melakukan upaya pemadaman setelah menerima laporan dari masyarakat. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan baru berakhir sementara pada pukul 19.30 WIB.
Kasie Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPHP Barito Hilir, Deddy Prayitno, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Lahan yang terbakar memiliki karakteristik gambut tebal dengan banyak tumpukan kayu yang membuat api sulit dikendalikan.
“Lahannya bergambut tebal dan banyak tumpukan kayu, sehingga tim cukup kesulitan untuk melakukan pemadaman,” paparnya.
Dari luasan sekitar 3 hektare yang terbakar, tim gabungan diperkirakan berhasil memadamkan sekitar 2 hektare. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mengakhiri kebakaran karena api masih ditemukan di sejumlah titik, terutama pada bagian lahan yang memiliki lapisan gambut tebal dan material mudah terbakar.
“Status api sampai saat ini belum padam,” ujar Deddy.
Kondisi semakin menyulitkan karena tidak terdapat sumber air alami di sekitar titik kebakaran. Tim mengandalkan pasokan air dari tangki suplai milik PT BKI untuk mendukung proses pemadaman. Jarak dari sumber air menuju titik api diperkirakan mencapai sekitar 250 meter.
Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan tiga mobil operasional, tiga mesin pompa, tandon berkapasitas 650 liter, belasan roll selang penghantar, nozzle, konektor, serta sejumlah peralatan manual seperti sekop, penggaruk dan kopyok. Lima unit radio HT juga digunakan untuk menjaga komunikasi antaranggota tim selama proses penanganan.
Lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), dengan vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar serta kebun sawit dan kebun karet milik masyarakat. Kondisi vegetasi dan tumpukan kayu di lahan tersebut membuat potensi munculnya titik api baru tetap perlu diwaspadai.
Tim Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir bersama MPA Pengembara masih melakukan penanganan terhadap titik-titik api yang tersisa. Pemadaman akan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar dan memperluas area terdampak, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









