BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kapal TB KSA 171 yang membawa 12 orang dikabarkan tenggelam di Laut Jawa, tepatnya di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu, 9 September 2026 malam.
Kapal tersebut diketahui bertolak dari Banjarmasin dengan tujuan Merak. Informasi mengenai kapal tenggelam diterima Pos SAR Pangkalan Bun sekitar pukul 20.00 WIB.
Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi para korban yang berhasil diselamatkan.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan sempat beristirahat di Tanjung Keluang. Personel yang terlibat terdiri dari enam personel Basarnas, yakni lima personel SRU air dan satu personel SRU darat, dua personel TNI AL, serta dua personel PMI.
Total terdapat sembilan personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Kondisi alat utama (alut) dilaporkan aman. Tim SAR Gabungan kemudian merencanakan intersep di sekitar perairan Tanjung Puting.
Anggota Basarnas Pangkalan Bun, Maulana Abdillah, mengatakan proses evakuasi dan pencarian korban terkendala kondisi cuaca. Gelombang tinggi di lokasi bahkan mencapai lebih dari empat meter.
"Proses evakuasi terkendala cuaca, gelombang yang tinggi sampai 4 meter lebih, sudah ada peringatan dari rekan BMKG," ujar Maulana Abdillah.
Berdasarkan data sementara yang diterima Tim SAR Gabungan, dari total 12 orang yang berada di kapal tersebut, enam orang berhasil diselamatkan. Sementara lima orang masih dalam pencarian dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Kamis pagi, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap lima korban yang belum ditemukan.
Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memperluas pencarian, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan. (DANANG/H)









