BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno menerima audiensi dari Central Coffee Collective.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya membahas persiapan pelaksanaan Central Borneo Coffee Event 2026, yang dijadwalkan digelar pada 19 - 21 November 2026 di Aula Sangkuwong, Jalan Diponegoro, Kota Palangka Raya.
Dalam pertemuan tersebut, Central Coffee Collective memaparkan rencana penyelenggaraan kegiatan yang dirancang sebagai wadah untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi industri kopi, khususnya yang berasal dari Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha dan komunitas kopi, sekaligus memperkuat jejaring serta membuka peluang kolaborasi antarberbagai pihak. Adi Soeseno menyambut baik rencana tersebut.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tentu menyambut baik kegiatan yang dapat mendorong promosi potensi daerah. Kopi tidak hanya merupakan produk unggulan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan sektor ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya, Kamis, 10 September 2026.
Adi menjelaskan bahwa event yang mengangkat potensi kopi daerah dapat menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan kekayaan produk lokal sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah.
Kopi, kata dia, bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari identitas dan budaya masyarakat yang perlu terus didorong ke tingkat yang lebih luas.
Berbagai aspek persiapan juga dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari konsep pelaksanaan, rangkaian kegiatan, keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, hingga strategi promosi dan publikasi agar kegiatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan pihak terkait dinilai sangat krusial untuk keberhasilan acara ini.
“Kerja sama antarberbagai pihak sangat penting untuk memastikan Central Borneo Coffee Event 2026 berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, petani kopi, dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah,” pungkas Adi Soeseno. (PATHUR/R)









