PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, sejak penetapan Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 8 September 2026, telah terjadi 488 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.034,56 hektare yang tersebar di berbagai titik di Kota Palangka Raya.

Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa angka ini menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi dalam penanganan bencana Karhutla di kota ini.

“Angka 488 kejadian dan luas lahan yang terbakar lebih dari 1.000 hektare adalah catatan yang mengingatkan kita semua bahwa ancaman Karhutla masih sangat nyata dan serius,” ujarnya, Kamis, 10 September 2026.

Hendrikus menjelaskan bahwa sepanjang masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait mulai dari BPBD, Dinas Kehutanan, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat telah bekerja tanpa kenal lelah di garis depan pemadaman.

Meski demikian, kondisi cuaca yang kering dan angin yang berubah-ubah membuat api sulit dikendalikan sepenuhnya dalam waktu singkat.

“Kita berjuang bukan hanya melawan api, tetapi juga melawan kondisi lahan gambut yang dapat menyembunyikan bara di bawah permukaan tanah. Ini membuat pemadaman memerlukan waktu, tenaga, dan kesabaran ekstra dari seluruh tim yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Hendrikus juga mengapresiasi dedikasi para petugas dan relawan yang terus bersiaga siang maupun malam.

Hendrikus menegaskan bahwa angka kejadian yang masih tinggi menandakan bahwa peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama pencegahan.

“Pemadaman adalah tugas kami, tetapi mencegah adalah tanggung jawab kita semua. Satu kepulan asap dari pembakaran lahan dapat berubah menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan,” imbaunya. Masyarakat diminta segera melaporkan jika melihat titik api melalui Call Center 112.

“Kita belum selesai. Selama musim kemarau belum berakhir, kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Mari kita jaga lingkungan kita bersama agar angka kejadian Karhutla dapat terus menurun hingga mencapai nol kejadian,” pungkasnya (PATHUR/R)