BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Barat meminta dukungan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Permintaan tersebut disampaikan Komandan Satgas Penanganan Karhutla Kobar yang juga Bupati Kobar Nurhidayah. Dukungan helikopter dinilai sangat dibutuhkan untuk menjangkau sejumlah titik kebakaran di kawasan terpencil.
"Kami meminta support dari BNPB Pusat untuk mengirimkan helikopter water bombing. Ini sangat kami butuhkan untuk menjangkau area-area terpencil yang tidak mungkin dijangkau lewat darat," jelasnya.
Akses menuju sejumlah titik kebakaran menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla. Selain lokasi yang cukup jauh, kondisi infrastruktur jalan juga tidak selalu memungkinkan dilalui kendaraan berukuran besar.
Dalam sejumlah penanganan, personel bahkan harus berjalan kaki membawa pompa portable untuk mencapai lokasi kebakaran.
"Titik lokasi kebakaran cukup jauh dan tidak didukung infrastruktur jalan yang memadai untuk unit kendaraan besar. Akibatnya, tim harus berjalan kaki membawa pompa portable menembus semak belukar kurang lebih 3 kilometer, yang memakan waktu sekitar satu sampai satu setengah jam," jelasnya.
Bupati menilai dukungan helikopter water bombing akan membantu Satgas mempercepat penanganan api, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui operasi pemadaman darat.
Bupati mengatakan, kondisi sumber air yang mulai mengering di sejumlah wilayah juga menjadi tantangan lain yang dihadapi tim di lapangan.
Petugas harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan pasokan air bagi kegiatan pemadaman.
Karena itu, pihaknya terus berupaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait agar penanganan karhutla di Kobar dapat dilakukan secara maksimal.
"Semuanya bisa kita tangani dengan koordinasi dan sinergi semua pihak. Tidak terlepas dari peran TNI, Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan dan juga dukungan masyarakat," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









