BORNEONEWS, Palangka Raya – Kedatangan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Kota Palangka Raya, Kamis 10 September 2026, berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang kembali semakin pekat.
Pada hari yang sama, sejumlah sekolah yang baru menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas terpaksa memulangkan peserta didik karena kondisi udara memburuk.
Situasi ini menjadi perhatian masyarakat. Di tengah aktivitas kunjungan Wapres, warga juga harus berhadapan dengan dampak kabut asap dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak serta terganggunya aktivitas masyarakat.
Selain persoalan kabut asap, antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga masih terjadi.
Antrean panjang membuat masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, sementara kebutuhan mobilitas warga tetap tinggi.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery mengatakan kondisi yang terjadi pada hari tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, kunjungan pejabat negara seharusnya menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Palangka Raya.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Di satu sisi ada kunjungan Wakil Presiden, tetapi di sisi lain masyarakat sedang menghadapi kabut asap yang semakin pekat, anak-anak dipulangkan dari sekolah dan antrean BBM masih terjadi,” kata Khemal, Kamis, 10 September 2026.
Ia menilai persoalan kabut asap tidak boleh hanya dilihat sebagai masalah lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketika kualitas udara memburuk, keputusan sekolah memulangkan siswa merupakan langkah yang perlu dihargai karena keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas.
Khemal juga meminta pemerintah memastikan penanganan karhutla berjalan lebih efektif dan terukur. Upaya pemadaman harus dibarengi pencegahan agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi pihak yang menanggung dampak kabut asap.
Terkait antrean BBM, Khemal meminta pemerintah dan pihak terkait memastikan ketersediaan serta distribusi BBM berjalan lancar.
Menurutnya, jangan sampai masyarakat yang sudah terdampak kabut asap kembali dibebani dengan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar.
“Kita berharap kedatangan Wapres juga membawa perhatian terhadap kondisi riil yang dirasakan masyarakat. Jangan hanya melihat dari sisi seremonial, tetapi persoalan kabut asap, kesehatan anak, pendidikan dan ketersediaan BBM juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Khemal berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memanfaatkan momentum kedatangan Wapres untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla sekaligus mencari solusi terhadap persoalan BBM.
Masyarakat membutuhkan kondisi yang aman, udara yang sehat dan pelayanan publik yang tetap berjalan di tengah situasi bencana. (MARINI/R)









