PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kelompok Cipayung Plus Kalimantan Tengah membuka layanan rumah oksigen gratis bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rumah oksigen tersebut dipusatkan di Sekretariat PKC PMII Kalteng, Jalan G Obos 7, Kota Palangka Raya. Layanan ini menyediakan lima tabung oksigen medis ukuran besar, vitamin, serta masker yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara cuma-cuma.

Ketua PKC PMII Kalteng, Fikri Haikal, mengatakan rumah oksigen tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi kelompok mahasiswa dalam membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Ini merupakan sinergi dan kolaborasi Kelompok Cipayung dalam membantu masyarakat, khususnya mahasiswa yang terdampak kabut asap di Kalteng. Rumah oksigen ini kita buka secara gratis setiap hari bagi masyarakat,” ujar Fikri Haikal kepada Borneonews pada Kamis, 10 September 2026.

Kelompok Cipayung Plus Kalteng yang terlibat dalam gerakan tersebut terdiri dari PMII, GMNI, HMI, KMHDI, GMKI, KAMMI, dan PMKRI.

Fikri juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung penyediaan fasilitas rumah oksigen tersebut, terutama KADIN Kalteng dan GP Ansor Kalteng.

“Kami sampaikan terima kasih kepada KADIN Kalteng dan GP Ansor Kalteng yang memberikan support dan dukungan dalam kegiatan sosial ini. Kita sebagai anak bangsa dan juga terdampak kabut asap, bersama-sama bantu masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KADIN Kalteng, Rusdi, yang mewakili Ketua Umum KADIN Kalteng H Rahmat Nasution Hamka, mengatakan pihaknya berkomitmen membantu penanggulangan dampak karhutla, termasuk dengan menyalurkan tabung oksigen medis ke sejumlah titik rumah oksigen gratis.

“Ketum telah instruksi kepada kami agar terlibat langsung dalam penanggulangan karhutla, baik dengan membentuk Satgas Karhutla dan juga salurkan bantuan oksigen medis. Salah satunya kerja sama dengan GP Ansor Kalteng dalam menyediakan rumah oksigen gratis dan hari ini bersama kelompok Cipayung,” ujar Rusdi.

Menurutnya, penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi antara organisasi mahasiswa, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dinilai penting untuk membantu warga menghadapi kondisi kabut asap.

Cipayung Plus Kalteng berharap rumah oksigen gratis tersebut dapat menjadi salah satu tempat pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.

Sinergi dalam penanggulangan karhutla juga dinilai perlu terus diperkuat. Sebab, upaya menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak bencana menjadi tanggung jawab bersama. (TESTI PRISCILLA/j)