PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit – Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur terus diperkuat. Sebanyak 10 mobil tangki bantuan TNI mulai disebar untuk mendukung operasi pemadaman di sejumlah wilayah.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati mengatakan, armada tersebut mulai dikerahkan dalam beberapa hari terakhir. Sebagian besar ditempatkan di Pos Komando Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kotim sebagai pusat dukungan operasi.

Sementara tiga unit lainnya disebar ke wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan tambahan.

“Lalu, tiga unit mobil tangki disebar ke wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan lebih, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Kota Besi,” kata Irawati di Sampit, Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, tambahan armada tersebut merupakan dukungan jajaran TNI melalui Korem 102/Panju Panjung, Kodim 1015/Sampit dan Yonif TP 923/Mentaya.

Keberadaan mobil tangki diharapkan mempercepat distribusi air ke lokasi kebakaran, terutama pada titik yang membutuhkan dukungan pasokan air lebih besar agar proses pemadaman dapat terus berlangsung.

Tidak hanya armada, operasi penanganan karhutla di Kotim juga diperkuat tambahan personel TNI dari jajaran Korem, Kodim dan Yonif TP 923/Mentaya.

Irawati menyebut jumlah personel yang dilibatkan mencapai sekitar 112 orang.

“Jadi personel dari mereka semuanya. Jadi ada 112 kalau enggak salah. Personelnya dari mereka semua, mobil dari mereka semua dan mereka yang mengerjakan kalau untuk malam,” jelasnya.

Tambahan kekuatan tersebut turut membuat pola operasi penanganan karhutla di Kotim disesuaikan agar pemadaman dapat berjalan lebih optimal sepanjang hari.

Personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, sejumlah organisasi perangkat daerah serta Polres Kotim difokuskan melakukan penanganan sejak pagi hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Operasi kemudian dilanjutkan dan diperkuat personel TNI pada malam hari yang mulai bergerak sekitar pukul 20.00 WIB.

Pembagian waktu tersebut diharapkan menjaga kesinambungan pemadaman, terutama pada titik kebakaran yang masih aktif atau berpotensi meluas.

“Jadi Yonif TP semua dengan Kodim dan Korem yang mengerjakan pada saat malam hari. Tapi kalau memang titik apinya banyak, tidak menutup kemungkinan dari pihak BPBD dan Damkar juga ikut gabung,” beber Irawati.

Ia menegaskan, pembagian waktu operasi bukan berarti masing-masing unsur bekerja sendiri-sendiri.

Apabila kondisi di lapangan membutuhkan tambahan personel, BPBD dan Damkarmat tetap dapat bergabung dalam operasi malam bersama TNI.

Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat respons terhadap kebakaran sekaligus mempercepat pengendalian karhutla di wilayah Kotawaringin Timur.