BORNEONEWS, Dallas – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pernah memintanya menunda serangan terhadap Iran. Namun, permintaan tersebut ditolak.
Trump menyampaikan hal itu saat berbicara dalam Konvensi Nasional Partai Republik, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Trump, Bessent sempat meminta agar serangan terhadap Iran dipertimbangkan untuk dilakukan pada waktu lain.
“Scott, yang merupakan orang hebat di bidang keuangan, berkata, ‘Pak, apakah ada waktu lain kita bisa melakukannya, mungkin nanti, Pak? Menurut Anda, apakah kita bisa menunda sedikit hal ini, Pak?’” ujar Trump mengutip Bessent.
Trump mengatakan dirinya menolak usulan tersebut karena menilai tindakan militer tidak dapat ditunda.
“Saya mengatakan tidak, karena jika kita tidak menyerang mereka sekarang, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu satu bulan,” kata Trump.
Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci serangan terhadap Iran yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya meningkat setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran pihak lawan.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.
Namun, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Permusuhan kembali terjadi secara sporadis dan konflik belum terselesaikan.
Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran sebagai bagian dari strategi untuk menambah beban finansial Iran dan mendorong penyelesaian konflik.
Situasi tersebut membuat hubungan AS dan Iran tetap menjadi salah satu isu geopolitik yang mendapat perhatian internasional.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA









