BORNEONEWS, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam atas hilangnya rombongan jurnalis bersama awak kapal cepat saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, seluruh jajaran BNPB turut merasakan kecemasan keluarga dan insan pers yang masih menantikan kabar keberadaan para korban.
“Kami seluruh personel dari BNPB, pimpinan hingga staf, menyampaikan rasa keprihatinan dan empati kami yang mendalam atas hilang kontaknya sebuah speedboat yang membawa delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis dan awak kapal di perairan Selat Sunda,” kata Berton di Graha BNPB, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Sebanyak delapan orang masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Perum LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
BNPB memastikan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur lainnya yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Saat ini operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait. BNPB terus berkoordinasi dan memantau perkembangan operasi tersebut,” ujar Berton.
Ia berharap pencarian yang melibatkan berbagai armada laut dan udara dapat berjalan lancar serta seluruh jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
BNPB juga memahami besarnya perhatian publik terhadap peristiwa tersebut, khususnya dari keluarga korban dan kalangan pers nasional.
Operasi pencarian menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, termasuk kondisi gelombang tinggi di Selat Sunda serta paparan asap dan material vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
BNPB mengajak masyarakat memberikan dukungan moral kepada tim SAR gabungan yang masih melakukan penyisiran di kawasan tersebut.
Masyarakat juga diajak memanjatkan doa agar seluruh korban segera ditemukan dan proses pencarian dapat berlangsung dengan aman.
ANTARA









