PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 10.700 personel gabungan disiagakan untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Operasi darat tersebut diperkuat dukungan armada udara berupa 6 unit helikopter water bombing dan patroli serta 1 unit pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan tim gabungan terus dioptimalkan di lapangan untuk mengendalikan penyebaran titik api.

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pemantauan secara intensif di titik-titik rawan untuk mencegah penyebaran titik api.

" Kami terus mengerahkan segenap sumber daya, baik personel gabungan darat maupun dukungan armada udara, untuk melakukan pemadaman dan pemantauan secara intensif di titik-titik rawan," kata Ahmad Toyib dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Kamis, 10 September 2026.

Ia menegaskan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, rekayasa cuaca, hingga penegakan hukum bagi pihak yang sengaja membakar lahan.

Sinergi antara satgas darat, pemantauan udara, dan kesadaran masyarakat disebut menjadi kunci utama agar titik api dapat dikendalikan sebelum meluas.

Di sisi penegakan hukum, aparat kepolisian tercatat telah menangani 32 kasus karhutla. (HERMAWAN DP/y)