BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mulai mendorong pemilahan sampah dari sumber melalui pilot project pengelolaan sampah organik di tiga unit kerjanya.
Program tersebut dilaksanakan di PT Mitra Mendawai Sejati (MMS), Kalimantan Sawit Abadi (KSA), dan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS). Sebanyak 25 peserta dari masing-masing unit kerja dilibatkan dalam tahap awal sehingga total mencapai 75 peserta.
Program diawali dengan sosialisasi pemilahan sampah oleh Tim Sustainability SSMS yang dikoordinasikan Amrin Fauzi Pratama Lubis. Peserta diperkenalkan dengan sampah organik dan anorganik serta cara memilahnya sejak dari sumber.
Sisa sayuran dan buah yang selama ini dianggap sebagai sampah dipisahkan untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecoenzyme.
Amrin mengatakan pemilahan merupakan langkah awal agar sampah yang masih memiliki potensi pemanfaatan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.
“Kalau sampah sudah tercampur, akan lebih sulit untuk dimanfaatkan kembali. Karena itu, pemilahan harus dimulai dari sumbernya,” kata Amrin dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 10 September 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembuatan ecoenzyme, tetapi mampu membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di lingkungan kerja maupun keluarga.
“Harapannya ini bukan sekadar kegiatan membuat ecoenzyme. Kami ingin membangun budaya bahwa sampah perlu dipilah, dikelola, dan kalau masih bisa dimanfaatkan, jangan langsung dibuang,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/y)









