BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor melakukan pergeseran sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim. Pergeseran pejabat ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama.
"Pada hari ini kita juga melaksanakan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, baik untuk mengisi jabatan yang kosong maupun dalam rangka mutasi," kata Halikinnor, Jumat, 11 September 2026.
Adapun sejumlah pejabat eselon II yang dilantik yaitu:
1. Marjuki menjadi Kepala Dinas Perikanan
2. Hawianan menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah
3. Multazam menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah
4. Agus Tripurna Tangkasiang menjadi Sekretaris DPRD
5. Rihel menjadi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah
6. Wim RK Benung menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
7. Ahmad Sarwo Oboy menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
8. Imam Subekti menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
9. M Saleh menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
10. Alang Arianto menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah
11. Muhammad Irfansyah menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
12. Rody Kamislam menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah
13. Gusti Mukafi menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup
14. Hari Ramadhani menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik
15. Waren menjadi Kepala Dinas Sosial
16. Muslih menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.
Pelantikan tersebut merupakan penerapan manajemen talenta yang telah disetujui dan mendapatkan persetujuan kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia.
Manajemen talenta merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam mentransformasi tata kelola sumber daya manusia aparatur. Dengan mekanisme ini, pengisian JPT pratama yang kosong maupun mutasi dilakukan melalui manajemen talenta dan tidak lagi melalui proses seleksi terbuka.
"Kita berharap mekanisme ini dapat mempercepat pengisian jabatan, memperkuat sistem merit dan meningkatkan kinerja birokrasi atau organisasi. Kami mengisi 2 jabatan yang mengalami kekosongan dan melakukan mutasi terhadap 14 pejabat pimpinan tinggi pratama," tambahnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi penempatan pejabat sesuai dengan kebutuhan administrasi.
Oleh karena itu, kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik, diminta segera bekerja, memahami persoalan, memperkuat koordinasi, dan menghasilkan kinerja yang nyata.
"Jangan berhenti pada kebanggaan jabatan, tunjukkan hasil kerja terbaik dari amanah yang saudara emban," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









