PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Rahmawaty, melakukan kunjungan akademik ke Norwegian University of Science and Technology (NTNU) di Gjøvik, Norwegia, dalam rangka mengikuti Short-Term Academic Exchange Program.

Dalam kunjungan tersebut, Prof Rahmawaty berkesempatan mengunjungi laboratorium NTNU Gjøvik dan berdiskusi bersama Prof Stergios serta Dr Vilma mengenai berbagai bidang penelitian yang relevan dengan keilmuannya.

Prof Rahmawaty mengatakan, kunjungan tersebut menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga, khususnya karena memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung fasilitas laboratorium serta perkembangan riset di NTNU.

“Melihat fasilitas yang sangat baik dan mempelajari penelitian mereka di bidang GIS, remote sensing, teknologi geospasial, serta aplikasi lingkungan membuat kunjungan ini menjadi sangat berarti,” ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.

Menurut dia, program pertukaran akademik tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengunjungi institusi pendidikan di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, gagasan, dan membangun jejaring akademik.

Prof Rahmawaty berharap pertemuan dan diskusi selama berada di NTNU dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama penelitian dan publikasi bersama antara USU dan NTNU.

“Saya berharap ketertarikan dan kesamaan bidang penelitian yang kami miliki dapat diwujudkan menjadi kolaborasi yang bermakna serta menghasilkan publikasi bersama antara NTNU dan USU,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prof Stergios dan Dr Vilma atas sambutan hangat serta waktu yang diberikan selama kunjungannya. Selain agenda akademik, Prof Rahmawaty juga mendapat kesempatan bersilaturahmi dalam suasana kekeluargaan, termasuk menikmati jamuan makan siang bersama Prof Stergios dan keluarganya dengan pemandangan Danau Mjøsa.

Bagi Prof Rahmawaty, pengalaman tersebut memperkaya makna program pertukaran akademik karena tidak hanya mempertemukan peneliti dalam konteks keilmuan, tetapi juga membuka ruang persahabatan, pertukaran budaya, dan hubungan yang lebih erat antara akademisi Indonesia dan Norwegia. (TESTI PRISCILLA/j)