BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemilahan sampah dinilai tidak harus dimulai dari kegiatan besar. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan dari lingkungan terdekat, termasuk rumah.
Hal itu disampaikan Ketua Komite Gender PKS Sulung, Maratus, setelah mengikuti sosialisasi pemilahan sampah yang digelar Tim Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS.
Menurut Maratus, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru bahwa sisa sayuran dan buah tidak selalu harus dipandang sebagai sampah yang langsung dibuang.
“Selama ini mungkin kita melihat sisa sayuran dan buah sebagai sampah biasa. Setelah mengikuti sosialisasi, kami jadi tahu bahwa sampah organik masih bisa dipilah dan dimanfaatkan,” kata Maratus dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.
Ia mengatakan, pemilahan sejak awal membuat sampah yang masih memiliki nilai guna tidak tercampur dengan sampah lainnya.
Karena itu, Maratus berharap kebiasaan yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini sederhana, tetapi bisa dimulai dari rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila masyarakat terbiasa memilah sampah, material yang masih dapat dimanfaatkan memiliki peluang lebih besar untuk diolah kembali.
“Kalau sudah terbiasa memilah, sampah yang masih bisa dimanfaatkan tidak langsung tercampur dan dibuang,” katanya.
Pilot project SSMS tersebut melibatkan 75 peserta dari tiga unit kerja, yakni MMS, KSA, dan SSMS. (TESTI PRISCILLA/j)









