BORNEONEWS, Palangka Raya – Sisa buah dan sayuran yang telah dipilah di lingkungan kerja PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mulai dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecoenzyme.
Pengolahan tersebut merupakan bagian dari pilot project pengelolaan sampah organik yang dilaksanakan di tiga unit kerja SSMS, yakni PT Mitra Mendawai Sejati (MMS), Kalimantan Sawit Abadi (KSA), dan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS).
Sebanyak 75 peserta terlibat dalam tahap awal program. Sebelum praktik pengolahan dilakukan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
Koordinator Tim Sustainability SSMS, Amrin Fauzi Pratama Lubis, mengatakan proses tersebut sengaja dimulai dari pemilahan.
“Kalau sampah sudah tercampur, akan lebih sulit untuk dimanfaatkan kembali. Karena itu, pemilahan harus dimulai dari sumbernya,” kata Amrin dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, sisa sayuran dan buah yang dianggap sebagai sampah sebenarnya masih mempunyai potensi untuk dimanfaatkan.
Setelah dipilah, material organik tersebut kemudian digunakan dalam praktik pembuatan ecoenzyme oleh para peserta.
Amrin mengatakan kegiatan tersebut diharapkan membentuk kebiasaan baru, bukan sekadar menghasilkan produk olahan sampah.
“Kita mulai dari hal sederhana, yaitu mengenali jenis sampah dan memilahnya. Ketika kebiasaan itu sudah terbentuk, akan lebih mudah untuk masuk ke tahap pengolahan dan pemanfaatan,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/j)









