BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) terus memperkuat sistem keamanan Jetty di kawasan industri Tempenek Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), agar memenuhi standar internasional bagi pelabuhan yang melayani kapal-kapal asing.
Port Facility Security Officer Jetty PT CBUT Tbk Patar Mandala Situmorang, dalam kegiatan verifikasi pemenuhan standar keamanan internasional untuk pelabuhan yang melayani kapal asing oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Jumat, 11 September 2026 mengatakan, penerapan standar keamanan internasional memberikan rasa aman bagi buyer maupun kapal yang datang ke Jetty Tempenek.
"Jadi jetty kita dengan tersertifikasi standar sesuai dengan standar internasional, membuat para buyer-buyer mengirimkan kapalnya ke kita tidak khawatir bahwa kapalnya akan ada masalah, karena kita sudah mengontrol lebih dini di pelabuhan kita," jelas Patar Mandala Situmorang.
Menurut Patar Mandala Situmorang, pengendalian dilakukan sejak kapal maupun orang memasuki kawasan pelabuhan. Setiap orang yang masuk diperiksa identitas serta kepentingannya berada di area jetty.
"Siapa saja yang boleh masuk, siapa orangnya, apa kepentingannya. Terus kapal-kapal internasional yang masuk ke sini juga tidak akan terganggu dari pihak luar karena kita juga akan melakukan deteksi dini atas segala kemungkinan ancaman atau bahaya yang datang ke kapal tersebut," jelas Patar Mandala Situmorang.
Patar Mandala Situmorang mengatakan, penerapan sistem keamanan tersebut, lanjut Patar, diharapkan membuat kapal dan buyer merasa aman serta nyaman selama melakukan aktivitas di Jetty Tempenek.
Kondisi itu juga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan buyer sehingga membuka peluang terjadinya pembelian atau kerja sama secara berulang.
"Jadi kapal-kapal atau buyer-buyer yang akan datang ke sini merasa aman dan nyaman, dan potensial untuk melakukan pembelian berulang seperti itu kalau mereka aman di sini," jelas Patar Mandala Situmorang.
Patar Mandala Situmorang mengatakan, sistem keamanan di kawasan industri Tempenek sebenarnya telah diterapkan secara internal sejak perusahaan dan jetty berdiri. Sistem tersebut berada dalam pemantauan kawasan industri, HRGA, serta petugas security.
Namun, penerapan sebelumnya belum sepenuhnya terkoordinasi dan tersusun berdasarkan standar keamanan internasional.
"Sebenarnya secara internal, kita sudah melakukan proses keamanan secara internal. Kita sudah punya sistem keamanan tersendiri di bawah monitor oleh kawasan industri, HRGA, dan security juga ada," jelas Patar Mandala Situmorang.
"Hanya saja selama ini belum terkoordinasi, belum tersistem secara standar internasional. Jadi sejak adanya jetty ini, sejak berdirinya perusahaan ini, sudah ada sebenarnya sistem keamanannya. Hanya saja kita tingkatkan lagi," jelas Patar Mandala Situmorang.
Untuk meningkatkan sistem tersebut, lanjut Patar Mandala Situmorang, CBUT melibatkan pihak berwenang, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Pihak berwenang melakukan monitoring, coaching, serta verifikasi terhadap penerapan sistem keamanan selama kapal melakukan aktivitas di Pelabuhan Tempenek.
"Kita undang pihak berwenang, dalam hal ini KSOP, KPLP, melakukan monitoring dan terus coaching kita memverifikasi proses keamanan kapal selama berkegiatan, beraktivitas di Pelabuhan Tempenek ini," jelas Patar Mandala Situmorang.
Penguatan sistem keamanan tersebut menjadi bagian dari upaya CBUT memastikan aktivitas kapal internasional di Jetty Tempenek aman sekaligus memenuhi ketentuan keamanan pelabuhan yang berlaku secara internasional. (WAHYU KRIDA/j)









