BORNEONEWS, Palangka Raya - Program reboisasi yang dijalankan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS di Mendawai Seberang tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Kelompok masyarakat setempat juga dilibatkan untuk memastikan tanaman tetap terpelihara setelah ditanam.
Pelibatan masyarakat diwujudkan melalui kemitraan dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) HKm Tani Sejati. Kelompok tersebut menjadi mitra dalam kegiatan penyediaan bibit, penanaman hingga pemeliharaan tanaman di lokasi reboisasi.
Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan keterlibatan masyarakat sejak awal diperlukan agar keberlanjutan tanaman dapat lebih terjaga. Menurutnya, keberhasilan reboisasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam.
“Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman ini bisa tumbuh, dipelihara, dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang,” kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.
Untuk lokasi Mendawai Seberang, pemantauan kondisi tanaman direncanakan dilakukan rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan. Apabila ditemukan tanaman mengalami gangguan, akan dilakukan penanganan dalam kegiatan pemeliharaan.
Lurah Mendawai Mapro Hadi menyambut baik pola pelibatan masyarakat tersebut. Ia berharap warga tidak hanya hadir ketika kegiatan penanaman berlangsung, tetapi juga ikut menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapannya masyarakat tidak hanya ikut menanam, tetapi juga ikut menjaga dan merawat tanaman yang sudah ditanam,” ujar Mapro.
Ketua KTH HKm Tani Sejati Yanto mengatakan kelompoknya siap terlibat dalam penyediaan bibit, penanaman dan pemeliharaan. Ia berharap kemitraan tersebut berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
Penanaman perdana dilakukan di lahan seluas 10 hektare dengan sekitar 6.250 bibit. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari rencana reboisasi seluas 1.984 hektare yang dilaksanakan secara bertahap hingga 2028.(TESTI PRISCILLA/j)









