PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Keterbatasan jaringan komunikasi tak boleh menjadi penghambat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 

Pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kobar memasang perangkat internet satelit di Posko Karhutla KM 20, ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.

Perangkat internet satelit Starlink tersebut dihadirkan untuk memastikan petugas di lapangan tetap terhubung, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan atau blank spot.

Dukungan konektivitas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kobar memperkuat sistem komunikasi dan koordinasi dalam percepatan penanganan karhutla.

Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Kobar, Eddy Kusnandar, mengatakan konektivitas merupakan salah satu kebutuhan penting bagi petugas yang bekerja di lokasi penanganan karhutla.

"Konektivitas sangat dibutuhkan oleh tim di lapangan, terutama untuk mempercepat koordinasi, komunikasi, pelaporan, serta penyampaian informasi kondisi terkini dari lokasi kejadian. Karena itu, kami menghadirkan akses internet satelit di Posko KM 20 agar komunikasi tetap berjalan meskipun berada di wilayah yang sebelumnya terkendala jaringan,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Eddy, keberadaan internet satelit tidak sekadar untuk membuka akses komunikasi, tetapi juga mendukung proses pelaporan dan pemantauan kondisi karhutla secara lebih cepat.

Informasi terkait perkembangan titik panas atau hotspot, kondisi di lapangan, hingga dokumentasi penanganan dapat dikirimkan dengan lebih mudah kepada pihak-pihak terkait. Kecepatan arus informasi tersebut dinilai penting karena kondisi karhutla dapat berubah sewaktu-waktu dan membutuhkan respons yang cepat serta terukur.

Dengan konektivitas yang lebih baik, petugas di Posko KM 20 juga dapat menyampaikan laporan secara berkala tanpa terlalu bergantung pada jaringan internet konvensional.

“Selain memperkuat koordinasi antarpersonel, fasilitas ini juga diharapkan memudahkan petugas dalam menyampaikan dokumentasi dan perkembangan penanganan secara berkala. Kondisi karhutla bisa berubah dengan cepat sehingga informasi dari lapangan harus dapat diteruskan secara cepat,” jelasnya.

Diskominfo Kobar memastikan dukungan terhadap penanganan karhutla tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Dinas tersebut juga akan mengawal kelancaran konektivitas selama fasilitas komunikasi itu masih dibutuhkan di lokasi operasi.

“Kami siap mengawal kelancaran komunikasi dan konektivitas di lapangan. Harapannya, dukungan ini dapat membantu seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla bekerja lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis data,” kata Eddy.

Pemasangan internet satelit di Posko Karhutla KM 20 menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor Pemerintah Kabupaten Kobar dalam memperkuat penanganan karhutla.

Di tengah kondisi wilayah yang masih memiliki titik-titik blank spot, dukungan teknologi komunikasi diharapkan mampu menjadi penghubung penting antara petugas di lapangan dengan pusat koordinasi.

Dengan arus informasi yang lebih cepat, setiap perkembangan di lokasi kejadian dapat segera dilaporkan dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan serta penentuan langkah penanganan selanjutnya. (DANANG/j)