BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah melalui pemilahan sejak dari sumber.
Koordinator Tim Sustainability SSMS, Amrin Fauzi Pratama Lubis, mengatakan sisa sayuran dan buah yang selama ini dianggap sebagai sampah masih dapat dimanfaatkan kembali.
“Kalau sampah sudah tercampur, akan lebih sulit untuk dimanfaatkan kembali. Karena itu, pemilahan harus dimulai dari sumbernya,” kata Amrin dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.
Menurut dia, pemilahan menjadi tahap penting karena menentukan bagaimana sampah selanjutnya dapat dikelola.
Program tersebut saat ini dijalankan melalui pilot project di MMS, KSA, dan SSS dengan melibatkan 75 peserta.
Peserta terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi mengenai jenis sampah organik dan anorganik sebelum mempraktikkan pembuatan ecoenzyme dari sisa buah dan sayuran.
Amrin mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengolahan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan.
“Kita mulai dari hal sederhana, yaitu mengenali jenis sampah dan memilahnya. Ketika kebiasaan itu sudah terbentuk, akan lebih mudah untuk masuk ke tahap pengolahan dan pemanfaatan,” ujarnya.
Ia berharap sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan dapat kembali masuk ke dalam siklus pemanfaatan dan memberikan nilai tambah. (TESTI PRISCILLA/j)









