PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak sekitar 6.250 bibit pohon ditanam dalam kegiatan penanaman perdana program reboisasi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Penanaman dilakukan di areal seluas 10 hektare pada Kamis, 3 September 2026. Pola penanaman menggunakan jarak 4 x 4 meter dengan populasi sekitar 625 pohon setiap hektare.

Komposisi tanaman dirancang dengan mempertimbangkan fungsi ekologis kawasan sekaligus manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Sekitar 80 persen atau 5.000 bibit merupakan tanaman kehutanan.

Sementara sekitar 20 persen atau 1.250 bibit merupakan tanaman yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Jenis tersebut meliputi pinang, jengkol, durian dan karet.

Adapun tanaman kehutanan yang ditanam antara lain jelutung, kulai rawa, aru, belangiran, ubar, pelawan dan meranti. Jenis tanaman tersebut dipilih untuk mendukung fungsi kawasan yang menjadi sasaran program reboisasi.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan, penanaman pohon menjadi bagian awal dari rangkaian kegiatan yang harus dilanjutkan dengan pemeliharaan. Karena itu, masyarakat sekitar dilibatkan sejak proses awal.

“Reboisasi bukan hanya tentang menanam pohon. Yang lebih penting adalah bagaimana tanaman ini bisa tumbuh, dipelihara, dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ujar Henky kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.

Pemeliharaan di lokasi Mendawai Seberang akan dilakukan KTH HKm Tani Sejati. Kondisi tanaman direncanakan dipantau secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan untuk memastikan tanaman yang mengalami gangguan dapat segera ditangani.

Penanaman 6.250 bibit tersebut menjadi tahap awal dari rencana reboisasi dengan total areal 1.984 hektare di kawasan hutan produksi wilayah KPH Kotawaringin Barat dan DAS Kahayan. Program tersebut direncanakan berlangsung bertahap selama 2026 hingga 2028. (TESTI PRISCILLA/j)