BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan seiring kualitas udara di daerah ini dalam kategori berbahaya beberapa pekan terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan ISPU Net, kualitas udara Kotim bahkan sempat menembus angka lebih dari 1.000 pada parameter kritis PM10. Sementara pada Jumat, 11 September 2026 pukul 16.00 WIB, indeks kualitas udara terpantau berada di angka 738 pada parameter PM2.5.
Halikinnor mengatakan pemerintah daerah telah berupaya maksimal melakukan pemadaman karhutla, terutama di wilayah perkotaan. Upaya tersebut membuat jumlah titik api di kawasan perkotaan mulai berkurang.
Namun, asap tebal masih menyelimuti wilayah Sampit. Berdasarkan pemantauannya, asap yang masuk ke kawasan perkotaan diduga berasal dari wilayah selatan Kotim.
"Kita tahu, kita sudah memang berusaha maksimal untuk melakukan pemadaman, alhamdulillah perkotaan sudah berkurang titik-titik api. Tapi ternyata sore kemarin saya memantau asapnya tebal, rupanya kiriman di daerah selatan," kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat, 11 September 2026.
Halikinnor mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengupayakan dukungan pemadaman karhutla di wilayah selatan.
Menurutnya, kondisi asap yang masih tebal berdampak terhadap kualitas udara di Kotim. Karena itu, masyarakat diminta lebih membatasi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Ia mengimbau warga yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk sementara tetap berada di rumah. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dilakukan hanya untuk keperluan penting atau pekerjaan.
Selain itu, Halikinnor meminta masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, seperti berkumpul atau nongkrong di pinggir jalan maupun tempat lain selama kualitas udara masih buruk.
Apalagi saat ini berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kotim jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mulai mengalami peningkatan.
Halikinnor mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesadaran terhadap kondisi udara dan menjaga kesehatan masing-masing selama karhutla masih berlangsung.
"Ini juga laporan dari Dinas Kesehatan sudah cukup meningkat penderita ISPA. Kita masing-masing menjaga diri, tahu kondisi tidak baik jangan keluar kecuali memang penting," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI)









