SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Kecamatan Mentaya Hulu masih menunggu perkembangan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah Kabupaten Kotim akan mengevaluasi kondisi karhutla dalam satu minggu ke depan sebelum menentukan apakah pelaksanaan MTQ tetap digelar sesuai jadwal atau ditunda.

"Untuk pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten, kita akan melihat bagaimana kondisi karhutla dalam satu minggu ke depan. Jika situasinya membaik, maka kami akan konsultasikan dulu kepada Bupati untuk pelaksanaannya," kata Pj Sekda Kotim Umar Kaderi, Jumat, 11 September 2026.

Hal itu disampaikan Umar setelah memimpin rapat persiapan pelaksanaan MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim di Kecamatan Mentaya Hulu.

Meski kondisi karhutla menjadi pertimbangan, seluruh tahapan persiapan MTQ tetap berjalan. Keputusan akhir mengenai pelaksanaan kegiatan akan dikonsultasikan kepada Bupati Kotim Halikinnor setelah melihat perkembangan situasi dalam sepekan.

Semebtara itu, Ketua Umum MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim yang juga Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan, panitia masih berpatokan pada jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan, yakni 3 Oktober 2026.

"Kita tetap berpatokan pelaksanaan MTQ pada 3 Oktober 2026. Cuman akan dievaluasi satu minggu ke depan. Jadi seandainya karhutla masih terus meningkat, mungkin itu nanti yang menentukan bahwa itu ditunda atau tidak itu bupati," kata Edison.

Menurutnya, apabila kondisi karhutla menurun, MTQ akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Sementara dari sisi kesiapan sebagai tuan rumah, persiapan telah mencapai lebih dari 90 persen.

"Kalau karhutla turun akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Kalau kami sebagai tuan rumah sudah siap. Artinya sudah sudah di atas 90 persen," ujarnya.

Edison menyebut sejumlah persiapan utama telah dilakukan, mulai dari area pelaksanaan MTQ hingga pemondokan bagi kafilah.

Panitia juga tinggal melakukan koordinasi dengan kecamatan-kecamatan terkait kesiapan kafilah dan atribut masing-masing.

"Area MTQ sudah disiapkan, terus pemondokan kafilah sudah, dan yang lain-lainnya progresnya sudah mulai. Tinggal nanti panggung dan sebagainya itu menunggu kepastian," jelasnya.

Panitia dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kotim akan kembali menghadap Bupati setelah evaluasi kondisi karhutla selama satu minggu.

"Jadi, artinya kalau memang dalam 1 minggu ini tidak ada peningkatan karhutla dan sebagainya, nanti kami dari pihak panitia dan LPTQ kabupaten nanti kita menghadap bupati, apakah itu kita lanjut atau ditunda," pungkas Edison. (DEWI PATMALASARI/R)