BORNEONEWS, Palangka Raya - Program reboisasi di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, mempertemukan unsur perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam satu kegiatan pemulihan kawasan.
Penanaman perdana yang dilakukan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melibatkan sekitar 50 orang. Peserta berasal dari manajemen perusahaan, pemerintah setempat, KPHP Kotawaringin Barat serta KTH HKm Tani Sejati.
Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Pelibatan dilakukan sejak penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
“Karena itu, masyarakat kami libatkan sejak awal,” ujar Henky kepada Borneonews pada Jumat, 11 September 2026.
Lurah Mendawai Mapro Hadi menilai kerja sama antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap warga ikut menjaga tanaman setelah kegiatan penanaman selesai.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapannya masyarakat tidak hanya ikut menanam, tetapi juga ikut menjaga dan merawat tanaman yang sudah ditanam,” kata Mapro.
Pada penanaman perdana, areal seluas 10 hektare ditanami sekitar 6.250 bibit. Sekitar 80 persen atau 5.000 bibit merupakan tanaman kehutanan, sedangkan 20 persen atau sekitar 1.250 bibit berupa tanaman yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Ketua KTH HKm Tani Sejati Yanto mengatakan kelompoknya siap mengambil bagian dalam penyediaan bibit, penanaman dan pemeliharaan. Menurutnya, kemitraan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus lingkungan.
Program reboisasi ini merupakan tahap awal dari rencana dengan total areal 1.984 hektare di kawasan hutan produksi wilayah KPH Kotawaringin Barat dan DAS Kahayan. Pelaksanaannya direncanakan berlangsung selama tiga tahun, 2026 hingga 2028.
Selain KTH Tani Sejati, PT SSMS membuka peluang bagi kelompok tani lainnya untuk terlibat sesuai kebutuhan program. Dengan kolaborasi tersebut, reboisasi diharapkan tidak sekadar menghasilkan tanaman baru, tetapi juga membangun keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan secara berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)









