BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengelolaan sampah organik di lingkungan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) diarahkan untuk memiliki manfaat lanjutan, termasuk mendukung kegiatan tanaman pangan.
Saat ini SSMS menjalankan pilot project pemilahan sampah dan pembuatan ecoenzyme di tiga unit kerja, yakni MMS, KSA, dan SSMS.
Koordinator Tim Sustainability SSMS, Amrin Fauzi Pratama Lubis, mengatakan program tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan budidaya tanaman pangan skala sederhana.
Salah satu rencana yang tengah dipertimbangkan adalah pengembangan hidroponik melalui kolaborasi dengan tim CSR.
“Ke depan, kalau program ini berhasil dan hasilnya bisa dimanfaatkan dengan baik, kami berharap dapat berkolaborasi dengan tim CSR untuk mengembangkan program hidroponik,” kata Amrin pada Jumat, 11 September 2026.
Ia menjelaskan, konsep tersebut diharapkan membentuk siklus pemanfaatan yang lebih lengkap, dari sampah organik hingga kembali memberikan manfaat bagi tanaman.
“Dari sampah organik yang kita pilah, kemudian kita olah, dan manfaatnya kembali ke tanaman. Harapannya bisa mendukung kemandirian pangan,” ujarnya.
Namun, Amrin menegaskan pengembangan hidroponik masih berada pada tahap rencana dan akan melihat hasil pelaksanaan pilot project.
Tahap awal program sendiri melibatkan 75 peserta yang mendapatkan sosialisasi pemilahan sampah sekaligus praktik pengolahan sisa buah dan sayuran.(TESTI PRISCILLA)









