BORNEONEWS, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi ginjal dan hipertensi dr. Decsa Medika Hertanto, SpPD, KGH, FINASIM, menyarankan masyarakat mengombinasikan latihan kardio, latihan kekuatan, dan fleksibilitas untuk membangun kebugaran tubuh secara menyeluruh.
"Olahraga kardio, strength training (latihan kekuatan) untuk membentuk otot, dan fleksibilitas seperti yoga, pilates, dan lain-lain,” kata Decsa dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat.
Ketiga jenis latihan tersebut perlu dilakukan sebagai satu kesatuan karena memiliki manfaat yang berbeda dalam mendukung kebugaran tubuh.
Latihan kardio dapat membantu melatih jantung dan pembuluh darah, sedangkan latihan kekuatan diperlukan untuk membangun otot. Sementara latihan fleksibilitas seperti yoga dan pilates dapat membantu menjaga kelenturan tubuh.
"Karena tiga olahraga ini harus dilakukan. Karena ini adalah suatu kesatuan, tidak bisa tersendiri-sendiri kalau ingin tubuh kita benar-benar fit," ujar dokter lulusan Pendidikan Konsultan Ginjal dan Hipertensi Universitas Airlangga itu.
Decsa mengatakan olahraga juga dapat membantu menjaga kelenturan pembuluh darah sehingga jantung dapat bekerja lebih efisien dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Pembuluh darah secara alami menjadi lebih kaku seiring bertambahnya usia. Aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan kondisi pembuluh darah dan menjaga fungsi sistem kardiovaskular.
“Dengan kita berolahraga, kita melatih kelenturan pembuluh darah. Dan jantung kita kerjanya jadi efisien,” kata Decsa.
Dia menekankan bahwa olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing. Masyarakat tidak dianjurkan memaksakan diri hanya untuk mengejar performa atau menyamai capaian orang lain.
Menurut Decsa, pemantauan kondisi tubuh, termasuk detak jantung saat berolahraga, dapat membantu seseorang mengetahui batas kemampuannya.
"Ketahui batasan. Jadi kita harus tahu limit, batasan kita ini sampai mana," kata dia.
ANTARA









