JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Pebulu tangkis muda asal Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Keanu Al Fathir Rahadi mencuri perhatian dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Jawa Tengah.

Keanu tampil di kelompok usia KU-12 dan berhasil mengalahkan Nidan Mauludi Fathan asal Kuningan dengan skor 21-10, 21-13 pada Tahap Turnamen.

Di tengah persaingan tersebut, Tim Pencari Bakat PB Djarum menegaskan kemampuan teknik bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelolosan peserta. Karakter dan sikap pemain selama berada di lapangan juga menjadi perhatian penting.

Legenda PB Djarum yang tergabung dalam Tim Pencari Bakat, Aryono Miranat mengatakan terdapat sejumlah peserta berkualitas, termasuk yang berasal dari Kalimantan.

“Dari segi kualitas ada beberapa yang bagus. Selain dari Pulau Jawa, saya juga melihat ada yang dari Kalimantan itu juga bagus,” kata Aryono dalam keterangannya, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, penilaian terhadap peserta tidak hanya menyangkut kemampuan mengembalikan bola atau membaca permainan.

Sikap selama pertandingan juga diperhatikan, termasuk bagaimana pemain mengendalikan emosi dan menghormati lawan.

“Misalnya banting raket atau meledek lawan, dan lainnya. Semoga kami bisa memantau bibit dan talenta terbaik,” ujarnya.

Sebanyak 576 peserta yang lolos fase skrining mengikuti Tahap Turnamen di GOR Djarum, Jati, Kudus, untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina.

Keanu menjadi salah satu peserta yang mendapat perhatian. Untuk menghadapi audisi, ia meningkatkan intensitas latihan hingga 11 kali dalam sepekan.

Tidak hanya kemampuan bermain, Keanu juga membiasakan diri hidup disiplin dan mandiri sebagai bagian dari persiapan menjadi atlet.

“Sama pelatih saya bukan cuma dilatih soal teknik, tapi juga soal kemandirian. Seperti di asrama saya cuci baju sendiri. Pokoknya hidup disiplin dan menjaga pola makan,” kata Keanu.

Ia juga membatasi penggunaan telepon genggam agar dapat menjaga fokus selama menjalani latihan dan pertandingan.

Audisi 2026 bukan pengalaman pertama bagi Keanu. Ia sebelumnya mengikuti audisi pada 2024, namun langkahnya terhenti pada Tahap Turnamen.

Sementara itu, Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw mengatakan, peserta yang mendapatkan Super Tiket masih harus menjalani tahap karantina selama empat pekan.

Menurutnya, tahap tersebut akan menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat lebih jauh karakter dan kebiasaan setiap calon atlet.

“Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya. Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat,” ujar Holvy.

PB Djarum menegaskan pencarian bakat tidak hanya diarahkan untuk mendapatkan pemain dengan kemampuan teknik yang baik, tetapi juga atlet berkarakter dan memiliki integritas untuk menjalani pembinaan jangka panjang.

Tahap Turnamen berlangsung hingga Sabtu, 12 September 2026. Peserta sektor putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur pertandingan.

Peserta yang belum mencapai semifinal tetap memiliki peluang mendapatkan Super Tiket melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat.

ANTARA