BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara menggelar Gerakan Pangan Murah On The Road atau Gepamor di Kelurahan Montallat II, Kecamatan Montallat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama bagi warga yang berada jauh dari pusat kota.
Kepala DKPP Barito Utara, Siswandoyo mengatakan, sejumlah bahan kebutuhan pokok dibawa langsung ke lokasi dengan jumlah yang disesuaikan kapasitas armada.
“Melalui Gepamor ini, kami berupaya mendekatkan akses pangan kepada masyarakat, khususnya bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Jumlah komoditas yang dibawa dan dijual disesuaikan dengan kapasitas armada yang tersedia,” kata Siswandoyo di Muara Teweh, Sabtu, 12 September 2026.
Dalam pelaksanaan di Montallat II, DKPP bekerja sama dengan Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 250 kilogram atau 50 sak kemasan 5 kilogram.
Selain itu, tersedia beras premium sebanyak 500 kilogram atau 100 sak, gula pasir 300 kilogram, serta Minyak Kita sebanyak 300 liter.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp57.000, sedangkan beras premium dengan kemasan sama dipasarkan Rp73.000.
Sementara gula pasir dijual Rp18.000 per kilogram dan Minyak Kita Rp15.000 per liter.
Siswandoyo mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pilihan pangan murah kepada masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan di daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kuota setiap komoditas dalam pelaksanaan Gepamor dapat berbeda karena menyesuaikan kapasitas kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang ke lokasi.
“Kuota penjualan memang disesuaikan dengan kapasitas armada. Namun kami tetap berupaya agar komoditas yang dibawa dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang datang dan kegiatan berjalan tertib,” jelasnya.
Menurut Siswandoyo, pola penjualan bergerak seperti Gepamor memungkinkan pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan tanpa harus datang langsung ke pusat distribusi pangan.
Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan bahan pangan pokok tetap tersedia di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya.
DKPP Barito Utara memastikan program serupa akan terus didorong sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
“Gepamor juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di Kabupaten Barito Utara,” ujar Siswandoyo.









