BORNEONEWS, Palangka Raya – Upaya PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mengolah sisa buah dan sayuran menjadi ecoenzyme menjadi bagian dari langkah mendorong pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Program tersebut diawali dengan pemilahan sampah dari sumber di tiga unit kerja SSMS, yakni MMS, KSA, dan SSMS.
Sebanyak 75 peserta mengikuti tahap awal yang diberikan oleh Tim Sustainability SSMS. Mereka diperkenalkan pada sampah organik dan anorganik serta cara memilah sebelum sampah dibuang.
Koordinator Tim Sustainability SSMS, Amrin Fauzi Pratama Lubis, mengatakan pemilahan merupakan fondasi dalam pengelolaan sampah.
“Harapannya ini bukan sekadar kegiatan membuat ecoenzyme. Kami ingin membangun budaya bahwa sampah perlu dipilah, dikelola, dan kalau masih bisa dimanfaatkan, jangan langsung dibuang,” kata Amrin dalam rilisnya pada Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, pemanfaatan sisa sayuran dan buah dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi material yang langsung berakhir sebagai sampah.
Jika dikembangkan lebih lanjut melalui kebun sayuran atau hidroponik, manfaat program tersebut berpotensi meluas dari pengelolaan sampah menuju pemanfaatan sumber daya untuk tanaman pangan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah yang menekankan pengurangan dan pemanfaatan kembali material yang masih dapat digunakan.
Amrin berharap kebiasaan tersebut dapat tumbuh di lingkungan kerja dan dibawa peserta ke kehidupan sehari-hari.
“Kalau sampah yang sebelumnya dibuang bisa kembali dimanfaatkan untuk tanaman, tentu nilai tambahnya akan lebih besar,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/J)









