BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 106 personel disiagakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taba Kalasa, Palangka Raya, dengan pola penanganan cepat setiap kali titik api terdeteksi.
Personel tersebut tergabung dalam Posko Taktis Karhutla Taba Kalasa yang telah beroperasi sejak 29 Agustus 2026.
Pergerakan titik api di sekitar wilayah kerja dipantau secara berkala. Ketika ditemukan indikasi kebakaran, tim diarahkan segera menuju lokasi untuk mencegah api berkembang lebih luas.
Kapendam XXII/Tambun Bungai Letkol Arh Dodo Sahata Simanulang mengatakan, penanganan sejak awal menjadi kunci karena kebakaran akan semakin sulit dikendalikan apabila api sudah membesar.
“Kita tidak menunggu api membesar. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak berkembang dan meluas. Kesiapan dan kesehatan personel menjadi prioritas untuk memastikan tugas pemadaman berjalan optimal,” kata Dodo, Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, kecepatan respons menjadi penting dalam kondisi musim kemarau, terutama pada kawasan yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Selain pengerahan personel, kesiapan fisik petugas juga menjadi perhatian karena tim setiap hari berhadapan dengan suhu panas, medan berat serta paparan asap selama proses pemadaman.
Untuk menjaga kondisi personel, Tim Rikes Kesdam XXII/TB bersama CT ARSA Foundation melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anggota Satgas Karhutla yang bertugas di lapangan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan agar gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini dan tidak menghambat operasi pemadaman.
“Kesehatan personel adalah modal utama. Dengan kondisi yang prima, kita bisa lebih sigap dan cepat dalam memadamkan api sebelum meluas,” ujar Dodo.
Kodam XXII/Tambun Bungai juga terus mengoptimalkan dukungan personel dan sarana pemadaman melalui koordinasi dengan unsur terkait.
Penanganan difokuskan pada kecepatan mendeteksi dan mengendalikan titik api, keselamatan petugas serta koordinasi antartim agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Dengan Posko Taktis yang terus beroperasi, setiap perkembangan kondisi karhutla di kawasan Taba Kalasa akan menjadi dasar pengerahan personel ke lokasi yang membutuhkan penanganan. (PATHUR/j)









