PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Langkah pencegahan dini dinilai sangat penting untuk melindungi kesehatan keluarga, terutama dari risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Junaidi menegaskan bahwa kualitas udara yang belum membaik menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat.

“Salah satu langkah paling sederhana namun efektif adalah membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” ujarnya, Sabtu, 12 September 2026.

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan paparan langsung terhadap udara yang mengandung partikel berbahaya hasil kebakaran.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala awal gangguan kesehatan. Segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami batuk, pilek, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.

“Penanganan sejak dini akan mencegah kondisi menjadi lebih serius sekaligus meringankan beban pengobatan,” tambahnya.

Selain membatasi aktivitas luar ruangan, Junaidi juga menyarankan masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan di dalam rumah, memastikan sirkulasi udara yang baik, serta rutin mengonsumsi makanan bergizi dan cukup minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga tetap dianjurkan.

Pihaknya juga memastikan bahwa fasilitas kesehatan di berbagai wilayah terus bersiap melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan terkait dampak kabut. 

“Kesehatan adalah aset paling berharga. Kita tidak bisa menunggu kabut hilang begitu saja tanpa melindungi diri sendiri,” tegasnya.

Junaidi berharap imbauan ini dapat dijalankan secara disiplin oleh masyarakat luas.

“Mari kita jaga kesehatan diri dan keluarga di tengah situasi ini. Semoga kabut asap segera berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti sedia kala,” pungkasnya. (PATHUR/j)