PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok Tani Hutan (KTH) HKm Tani Sejati menyatakan kesiapannya terlibat dalam pemeliharaan tanaman pada program reboisasi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Ketua KTH HKm Tani Sejati, Yanto mengatakan kelompoknya menjadi mitra untuk kegiatan penyediaan bibit, penanaman dan pemeliharaan di lokasi tersebut.

“Kami siap terlibat dalam penanaman dan pemeliharaan. Harapan kami kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus lingkungan,” ujar Yanto dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan penanaman perdana dilakukan di areal seluas 10 hektare. Sekitar 50 orang mengikuti kegiatan tersebut dari unsur perusahaan, pemerintah, KPHP Kotawaringin Barat dan masyarakat.

Pada areal tersebut ditanam sekitar 6.250 bibit dengan jarak 4 x 4 meter. Dari jumlah itu, sekitar 5.000 bibit merupakan tanaman kehutanan dan 1.250 bibit merupakan tanaman yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Tanaman kehutanan yang digunakan antara lain jelutung, kulai rawa, aru, belangiran, ubar, pelawan dan meranti. Sedangkan tanaman bernilai manfaat meliputi pinang, jengkol, durian dan karet.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan pelibatan KTH menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Kondisi tanaman nantinya dipantau secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Apabila ditemukan tanaman yang mengalami gangguan, pemeliharaan dan penanganan akan dilakukan. Pola tersebut diharapkan menjaga tingkat keberlangsungan tanaman setelah penanaman.

Program di Mendawai Seberang merupakan tahap awal dari rencana reboisasi seluas 1.984 hektare di kawasan hutan produksi wilayah KPH Kotawaringin Barat dan DAS Kahayan. Kegiatan direncanakan berlangsung bertahap selama tiga tahun hingga 2028. (TESTI PRISCILLA/Y)