PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Upaya Pemerintah Kota Palangka Raya mencegah penyebaran rabies terus digenjot. Hingga September 2026, sekitar 3.000 ekor Hewan Penular Rabies atau HPR telah mendapatkan vaksinasi dari total populasi yang diperkirakan mencapai 8.000 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno, mengatakan vaksinasi masih terus dipercepat di seluruh wilayah Kota Palangka Raya.

“Vaksinasi rabies dan pendataan HPR di wilayah seluruh Kota Palangka Raya. Saat ini sudah sekitar 3.000 ekor dari 8.000 ekor yang divaksin. Kami masih berupaya percepatan vaksinasi rabies,” kata Ganjar kepada Borneonews pada Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Ganjar, selain vaksinasi, petugas juga melakukan pendataan HPR. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui populasi hewan yang berpotensi menjadi penular rabies sekaligus memperluas cakupan vaksinasi.

Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengatakan rabies merupakan penyakit yang disebabkan virus dan dapat ditularkan melalui HPR seperti anjing, kucing, kera dan hewan sejenisnya.

Ia mengingatkan rabies merupakan penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Karena itu, pencegahan menjadi langkah penting, salah satunya melalui vaksinasi rabies secara rutin terhadap HPR.

Pelayanan vaksinasi dilakukan dengan pola jemput bola melalui kader vaksinator di setiap wilayah Kota Palangka Raya. Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya juga melaksanakan vaksinasi rabies massal untuk meningkatkan cakupan vaksinasi.

Arbert mengajak masyarakat, khususnya pemilik anjing, kucing, kera dan HPR lainnya, aktif meminta layanan vaksinasi. Masyarakat dapat menghubungi SMS Center Kesehatan Hewan di nomor 0823 5082 3335 atau melalui Instagram DPKP Kota Palangka Raya.

“Vaksinasi rabies tidak dipungut biaya atau gratis,” tegas Arbert.

Dengan capaian sekitar 3.000 ekor HPR yang telah divaksin, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk mengejar sekitar 5.000 ekor lainnya. Percepatan vaksinasi diharapkan dapat meningkatkan perlindungan masyarakat sekaligus menekan risiko penularan rabies di Kota Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/y)