SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sejak Senin, 7 September hingga Sabtu, 12 September 2026, mulai meresahkan warga. Masyarakat khawatir pemadaman selama berjam-jam tersebut kembali berlangsung dalam waktu lama seperti yang terjadi pada Juli hingga Agustus lalu.

Fajar, salah satu warga Sampit mengatakan, pemadaman listrik dalam durasi panjang akan memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat.

"Kalau sampai kejadian seperti bulan lalu tentu merugikan. Banyak aktivitas terganggu," kata Fajar, Sabtu, 12 September 2026.

Kekhawatiran warga tidak terlepas dari pengalaman pemadaman bergilir yang terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Saat itu, pemadaman dalam durasi berjam-jam terjadi di sejumlah wilayah Kotim dan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat.

Sementara itu, informasi mengenai jadwal pemadaman kembali diperbarui oleh PLN melalui saluran resmi PLN ULP Sampit. Jadwal tersebut memuat wilayah yang terdampak pemadaman listrik secara bergilir.

Dalam keterangannya, PLN ULP Sampit menyebut pemadaman dilakukan berkaitan dengan gangguan kelistrikan yang berdampak pada sebagian pelanggan di wilayah kerjanya.

"Sehubungan dengan adanya gangguan kelistrikan yang berdampak pada sebagian pelanggan di wilayah kerja PLN ULP SAMPIT. Oleh karena itu, untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan, pasokan listrik kepada sebagian pelanggan akan dihentikan sementara secara terbatas," demikian keterangan PLN ULP Sampit. (DEWI PATMALASARI/y)