SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Debit air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus menyusut akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat pelayanan air bersih kepada masyarakat terkendala dalam sekitar dua pekan terakhir.

"Terkait air bersih terkendali. Insya Allah, bisa kita kendalikan. Ada juga beberapa desa yang krisis air bersih tapi hanya sedikit Karangsari, Karang Tunggal," kata Camat Parenggean Muhammad Jais, Sabtu, 12 September 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah kecamatan sementara memanfaatkan sumber air dari sumur alami yang berada di Kelurahan Parenggean. Air tersebut disuplai untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Selain itu, persoalan air bersih di Kecamatan Parenggean juga terkendala karena PDAM saat ini mengalami penurunan debit sumber air baku. Waduk atau sumber air yang selama ini digunakan PDAM mulai mengering akibat kondisi kemarau.

"Memang PDAM itu terkendala karena surut air baku. Waduk-waduknya PDAM itu kering," jelasnya.

Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait kemudian mengupayakan sumber air baku alternatif dengan memanfaatkan aliran Sungai Tualan.

Menurut Jais, koordinasi telah dilakukan agar PDAM dapat kembali mengambil air baku dari sungai tersebut. Namun, sebelum digunakan, jaringan pipa yang diperlukan harus diperbaiki terlebih dahulu.

"Saat ini sudah kita koordinasikan bersama, bahwa PDAM itu mengambil air lagi di Sungai Tualan, dengan catatan memperbaiki pipa. Mungkin satu minggu lagi sudah jalan," katanya.

Kendala pasokan air PDAM di Parenggean telah berlangsung sekitar dua pekan. Selama kondisi tersebut, pemerintah kecamatan berupaya membantu masyarakat dengan memanfaatkan sumber air alternatif yang tersedia.

"Sudah sekitar dua minggu PDAM terkendala. Cuman kita bisa bantu dengan supply air dari sumur alami yang ada di Kelurahan Parenggean, meski tidak semuanya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)